PERAN SERTA GMKI CABANG BOGOR DALAM MEMANTAU PEMILU LEGISLATIF DI KOTA BOGOR
![]() |
oleh : Andry Yusri Rizal Simorangkir
Tahun
2014 adalah tahun pesta demokrasi di Indonesia atau lebih dikenal dengan Pemilihan
umum yang dilaksanakan tanggal 9 April 2014 yaitu untuk memilih calon
legislatif yang duduk sebagai wakil rakyat Pileg ini serentak dilakukan secara
nasional diseluruh Indonesia. Hal ini menyisakan sedikit cerita manis dan
membanggakan buat seluruh civitas Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)
dalam tugas dan pelayanannya sebagai organisasi yang tidak bisa dilepaskan dari
kehidupan berbangsa dan bernegara, tentang peran serta dan keterlibatan
langsung Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMKI) dalam mengawal proses pemilu dengan
mengirimkan kader/anggotanya untuk memantau langsung kondisi dan proses yang
terjadi dilapangan, tentu ini suatu kebanggaan tersendiri buat seluruh civitas
GMKI mengingat GMKI menjadi satu-satunya lembaga pemantau dari organisasi
kemahasiswaan yang diberikan mandat untuk memantau proses pemilu dari 56 lembaga survei yang
diakreditasi oleh komisi pemilihan umum (KPU).
GMKI
cabang bogor salah satu cabang tertua di Indonesia secara aktif dan lantang
meneriakkan untuk tidak “ golput serta
menolak money politik dalam bentuk apapun ” terhadap pemuda dan masyarakat
kota Bogor secara umumnya, Ikut terpanggil dan bertanggung jawab penuh terhadap
proses menciptakan pemilu yang bersih, jujur dan adil di kota Bogor. Cabang
ini, melalui Badan pengurus cabang (BPC) langsung bergerak cepat dalam tahap
penyeleksian kader yang mau ditugaskan melayani untuk berpartipasi aktif dalam
mengawal pemilu. Setelah tahap penyeleksiaan berkas yang melamar , Badan
pengurus cabang (BPC) GMKI cabang Bogor mengirimkan berkas pelamar pemantau kepengurus pusat (PP)
GMKI untuk diproses dan diseleksi secara mendalam lagi.
Diketahui
25 orang kader GMKI cabang bogor yang berasal dari berbagai kampus dikota Bogor
siap diterjunkan ke lapangan sebagai pemantau setelah dilakukannya seleksi dan
memenuhi persyaratan dari Pengurus Pusat GMKI. Setelah itu Badan pengurus
cabang langsung berpartisipasi aktif dalam memberikan edukasi seputaran pemilu
karena Pemantau ini akan bertugas sesuai dengan UU dan Peraturan KPU. Menjelang
hari H pembekalan terus dilakukan dengan diskusi dan kajian-kajian baik itu
kondisi kota bogor, mengenal partai politik dan calon legislatif yang akan
bertarung dan memahami tugas-tugas seorang pemantau. Setelah kebutuhan pemantau
dikirim oleh Pengurus Pusat yaitu name tag yang di cap dan ditandatangani
langsung oleh ketua KPU dan lembar quisioner laporan pemantau, maka 25 orang
yang sah sebagai pemantau pemilu GMKI cabang bogor dibagi per tim mengingat
daerah yang dipantau salah satu kecamatan yang daerahnya cukup luas di kota
Bogor.
Pada
tanggal 9 april 2014 tepat pada hari rabu jam 6 pagi di sekretariat wisma
syalom jalan Guntur no.38. GMKI cabang Bogor melalui ketua cabang
memberangkatkan 25 orang pemantau dengan doa dan pesan supaya pemantau
melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh demi tugas menciptakan pemilu yang
aman adalah “ Tugas seluruh rakyat
Indonesia sebagai warga negara yang baik, termasuk
GMKI (Anggota/kader) harus ada dan terlibat secara nyata dalam keseluruhan
proses politik tersebut
”
Pesan itu di latar belakangi oleh
tugas suatu keharusan bagi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) khususnya
di Bogor dituntut untuk melahirkan anggota/kader yang memandang Politik bukan
suatu hal yang identik dengan hal yang didalamnya ada tipu menipu, kotor atau
yang berduit berkuasa yang pada umumnya ada dipola pikir pemuda zaman sekarang
ini, tetapi memandang politik dari pola pikir atau perspektif dan pelaku yang
benar yaitu keteladanan “ Yesus Sang
Kepala Gerakan dalam kampanye Nya di muka bumi berpihak terhadap kaum yang
lemah, ” maka demikian juga dengan GMKI dituntut dan harus menyadari betul
akan tugasnya yaitu untuk mempersiapkan kualitas seorang kader/anggota yang
berperan secara nyata melayani yang dipersiapkan untuk memiliki kualitas iman,
ilmu dan pengabdian yang tinggi.
Secara garis besar dapat disimpulkan
bahwa proses pemilihan umum yang dilaksanakan di kota Bogor dari hasil pantauan
kader/anggota GMKI yang bertugas di lapangan berlangsung aman dan tenteram tapi
masih jauh dari kenyataan jurdil (jujur dan adil) hal ini disebabkan masih adanya
segelintir masyarakat dan para pelaku politik yang belum memahami prinsip
demokrasi yang sesungguhnya dan berdasarkan temuan dilapangan masih banyak
terlihat kekurangan-kekurangan seperti kurangnya ketersedian sarana dan
prasarana tempat pemungutan suara (TPS) serta minimnya pengetahuan panitia penyelenggara
pemilu, hal itu tidak luput dari pemantauan dari kader GMKI yang jauh hari
dipersiapkan untuk mengantisipasi hal seperti ini, ini merupakan suatu tanggung
jawab moral bagi pemantau dari GMKI yang sebenarnya bukan tugas dari pemantau
itu sendiri, tetapi beberapa pemantau GMKI harus ikut terlibat secara langsung memberikan
pemahaman yang sesuai dengan ketentuan komisi pemilihan umum (KPU) guna membantu
TPS yang kurang memahami seputaran proses pemilu.
Suatu hal yang menarik sekaligus
membanggakan ketika anggota/kader GMKI cabang Bogor dapat terlibat aktif
melayani sebagai pemantau dilapangan secara selektif. melalui wawancara secara
langsung, menilai dan mengevaluasi serta memberikan masukan-masukan yang banyak
membantu proses pemilu dari proses masa tenang sampai proses penghitungan suara,
mengingat tugas ini bersifat sukarelawan dan tidak diberikan upah apapun
menjadi suatu nilai lebih dan pengalaman yang tak terlupakan buat semua kader
yang terlibat. Melihat kondisi yang sedang dialami bangsa Indonesia saat ini
kebanyakan masyarakatnya khususnya mahasiswa krisis kepercayaan diri dan
terkesan apatis jika membahas tentang kebutuhan berbangsa dan bernegara apalagi
terlibat secara langsung dalam proses penciptaan hal-hal yang menyangkut
kehidupan berbangsa.
Kedepan kita akan menghadapi
pemilihan Presiden, “ Panggilan untuk
melayani adalah tanggung jawab seorang Kristen tanpa terkecuali ”,
khususnya seluruh kader/anggota GMKI. banyak kesalahan di Pileg yang harus kita
tebus di Pilpres nanti, demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas terutama di
kota Bogor. panggilan ini adalah panggilan terhadap GMKI juga, supaya lebih
lagi mempersiapkan diri dan kadernya dalam menghadapi pemilihan presiden nanti
dalam melakukan sosialisasi, penyadaran serta pendidikan pentingnya pemilu bagi
masyarakat di kota Bogor.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar