Jumat, 25 Juli 2014

PERAN SERTA GMKI CABANG BOGOR DALAM MEMANTAU PEMILU LEGISLATIF DI KOTA BOGOR oleh : Andry Yusri Rizal Simorangkir


PERAN SERTA GMKI CABANG BOGOR DALAM MEMANTAU PEMILU LEGISLATIF DI KOTA BOGOR

oleh : Andry Yusri Rizal Simorangkir


Tahun 2014 adalah tahun pesta demokrasi di Indonesia atau lebih dikenal dengan Pemilihan umum yang dilaksanakan tanggal 9 April 2014 yaitu untuk memilih calon legislatif yang duduk sebagai wakil rakyat Pileg ini serentak dilakukan secara nasional diseluruh Indonesia. Hal ini menyisakan sedikit cerita manis dan membanggakan buat seluruh civitas Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dalam tugas dan pelayanannya sebagai organisasi yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, tentang peran serta dan keterlibatan langsung Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMKI) dalam mengawal proses pemilu dengan mengirimkan kader/anggotanya untuk memantau langsung kondisi dan proses yang terjadi dilapangan, tentu ini suatu kebanggaan tersendiri buat seluruh civitas GMKI mengingat GMKI menjadi satu-satunya lembaga pemantau dari organisasi kemahasiswaan yang diberikan mandat untuk memantau  proses pemilu dari 56 lembaga survei yang diakreditasi oleh komisi pemilihan umum (KPU).

GMKI cabang bogor salah satu cabang tertua di Indonesia secara aktif dan lantang meneriakkan untuk tidak “ golput serta menolak money politik dalam bentuk apapun ” terhadap pemuda dan masyarakat kota Bogor secara umumnya, Ikut terpanggil dan bertanggung jawab penuh terhadap proses menciptakan pemilu yang bersih, jujur dan adil di kota Bogor. Cabang ini, melalui Badan pengurus cabang (BPC) langsung bergerak cepat dalam tahap penyeleksian kader yang mau ditugaskan melayani untuk berpartipasi aktif dalam mengawal pemilu. Setelah tahap penyeleksiaan berkas yang melamar , Badan pengurus cabang (BPC) GMKI cabang Bogor mengirimkan  berkas pelamar pemantau kepengurus pusat (PP) GMKI untuk diproses dan diseleksi secara mendalam lagi.

Diketahui 25 orang kader GMKI cabang bogor yang berasal dari berbagai kampus dikota Bogor siap diterjunkan ke lapangan sebagai pemantau setelah dilakukannya seleksi dan memenuhi persyaratan dari Pengurus Pusat GMKI. Setelah itu Badan pengurus cabang langsung berpartisipasi aktif dalam memberikan edukasi seputaran pemilu karena Pemantau ini akan bertugas sesuai dengan UU dan Peraturan KPU. Menjelang hari H pembekalan terus dilakukan dengan diskusi dan kajian-kajian baik itu kondisi kota bogor, mengenal partai politik dan calon legislatif yang akan bertarung dan memahami tugas-tugas seorang pemantau. Setelah kebutuhan pemantau dikirim oleh Pengurus Pusat yaitu name tag yang di cap dan ditandatangani langsung oleh ketua KPU dan lembar quisioner laporan pemantau, maka 25 orang yang sah sebagai pemantau pemilu GMKI cabang bogor dibagi per tim mengingat daerah yang dipantau salah satu kecamatan yang daerahnya cukup luas di kota Bogor.

Pada tanggal 9 april 2014 tepat pada hari rabu jam 6 pagi di sekretariat wisma syalom jalan Guntur no.38. GMKI cabang Bogor melalui ketua cabang memberangkatkan 25 orang pemantau dengan doa dan pesan supaya pemantau melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh demi tugas menciptakan pemilu yang aman adalah “ Tugas seluruh rakyat Indonesia sebagai warga negara yang baik, termasuk GMKI (Anggota/kader) harus ada dan terlibat secara nyata dalam keseluruhan proses politik tersebut

Pesan itu di latar belakangi oleh tugas suatu keharusan bagi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) khususnya di Bogor dituntut untuk melahirkan anggota/kader yang memandang Politik bukan suatu hal yang identik dengan hal yang didalamnya ada tipu menipu, kotor atau yang berduit berkuasa yang pada umumnya ada dipola pikir pemuda zaman sekarang ini, tetapi memandang politik dari pola pikir atau perspektif dan pelaku yang benar yaitu keteladanan “ Yesus Sang Kepala Gerakan dalam kampanye Nya di muka bumi berpihak terhadap kaum yang lemah, ” maka demikian juga dengan GMKI dituntut dan harus menyadari betul akan tugasnya yaitu untuk mempersiapkan kualitas seorang kader/anggota yang berperan secara nyata melayani yang dipersiapkan untuk memiliki kualitas iman, ilmu dan pengabdian yang tinggi.

Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa proses pemilihan umum yang dilaksanakan di kota Bogor dari hasil pantauan kader/anggota GMKI yang bertugas di lapangan berlangsung aman dan tenteram tapi masih jauh dari kenyataan jurdil (jujur dan adil) hal ini disebabkan masih adanya segelintir masyarakat dan para pelaku politik yang belum memahami prinsip demokrasi yang sesungguhnya dan berdasarkan temuan dilapangan masih banyak terlihat kekurangan-kekurangan seperti kurangnya ketersedian sarana dan prasarana tempat pemungutan suara (TPS) serta minimnya pengetahuan panitia penyelenggara pemilu, hal itu tidak luput dari pemantauan dari kader GMKI yang jauh hari dipersiapkan untuk mengantisipasi hal seperti ini, ini merupakan suatu tanggung jawab moral bagi pemantau dari GMKI yang sebenarnya bukan tugas dari pemantau itu sendiri, tetapi beberapa pemantau GMKI harus ikut terlibat secara langsung memberikan pemahaman yang sesuai dengan ketentuan komisi pemilihan umum (KPU) guna membantu TPS yang kurang memahami seputaran proses pemilu.

Suatu hal yang menarik sekaligus membanggakan ketika anggota/kader GMKI cabang Bogor dapat terlibat aktif melayani sebagai pemantau dilapangan secara selektif. melalui wawancara secara langsung, menilai dan mengevaluasi serta memberikan masukan-masukan yang banyak membantu proses pemilu dari proses masa tenang sampai proses penghitungan suara, mengingat tugas ini bersifat sukarelawan dan tidak diberikan upah apapun menjadi suatu nilai lebih dan pengalaman yang tak terlupakan buat semua kader yang terlibat. Melihat kondisi yang sedang dialami bangsa Indonesia saat ini kebanyakan masyarakatnya khususnya mahasiswa krisis kepercayaan diri dan terkesan apatis jika membahas tentang kebutuhan berbangsa dan bernegara apalagi terlibat secara langsung dalam proses penciptaan hal-hal yang menyangkut kehidupan berbangsa.

Kedepan kita akan menghadapi pemilihan Presiden, “ Panggilan untuk melayani adalah tanggung jawab seorang Kristen tanpa terkecuali ”, khususnya seluruh kader/anggota GMKI. banyak kesalahan di Pileg yang harus kita tebus di Pilpres nanti, demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas terutama di kota Bogor. panggilan ini adalah panggilan terhadap GMKI juga, supaya lebih lagi mempersiapkan diri dan kadernya dalam menghadapi pemilihan presiden nanti dalam melakukan sosialisasi, penyadaran serta pendidikan pentingnya pemilu bagi masyarakat di kota Bogor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar